Mereka aja demen, bagaimanakah dengan kita? :D

"Dunia oh dunia, kau tunjukkan aku bahagia, kau tunjukkan aku derita, cocok dengan rangkaian kata selintas yang terpetik dari suara yang mengalun."

EP26, *episodejagasoremenjelangpetang*

Hati-Hati, Ada Penyakit WhatsAppitis | Republika Online

lutfiannisa:

Our psychological state allows us to see only what we want/need/feel to see at a particular time. What are the first three words that you see?

Etdah… I can see, first word is love, second word is you, and three word is beauty, so… what is mean?

lutfiannisa:

Our psychological state allows us to see only what we want/need/feel to see at a particular time. What are the first three words that you see?

Etdah… I can see, first word is love, second word is you, and three word is beauty, so… what is mean?

"Tersenyumlah… karena dengan tersenyum kau menjadikan hidupmu saat ini lebih baik dari sebelumnya."

Al Habib Muhammad Al Bagir bin Alwy bin Yahya

:) :) :) ayo senyum bagi yg lagi kusut :) :) :)

'eid milad ya babeh, ini tahun ke-2 mu di bawah lempengan lempung, ini selapan ke-11 mu terputusnya kelezatan dunia, semoga segala untaian kami dapat meringankan mu, aamiin…

kupikir kemarin bisa sekalian menengok ke sana, tapi apa boleh buat, 4 jam cuma di bengkel, mau mampir dah kesorean, :-)

'eid milad ya babeh, ini tahun ke-2 mu di bawah lempengan lempung, ini selapan ke-11 mu terputusnya kelezatan dunia, semoga segala untaian kami dapat meringankan mu, aamiin…

kupikir kemarin bisa sekalian menengok ke sana, tapi apa boleh buat, 4 jam cuma di bengkel, mau mampir dah kesorean, :-)

cahayahidup Asked:
apakabar?

alhamdulillaah kabar baik… :) *baru-ngeh*


Shollu ‘alaa Muhammad… semoga diriku dan keluargaku termasuk di dalamnya, yang mencintai dan yang dicintai… aamiin allahumma aamiin… :’D

Muslimedianews ~ Tatkala Prof. DR. al-Muhaddits as-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki bersama rombongan ulama lainnya pergi berziarah ke Makam Rasulullah Saw., tiba-tiba beliau diberikan kasyaf (tersingkapnya hijab) oleh Allah Swt. dapat jumpa dengan Nabi Saw. Di belakang Nabi Muhammad Saw. sangat banyak orang yang berkerumunan. Ketika ditanya oleh as-Sayyid Muhammad al-Maliki: “Ya Rasulullah, siapakah orang-orang itu?”Rasulullah Saw. pun menjawab: “Mereka adalah ummatku yang sangat aku cintai.”Dan diantara sekumpulan orang yang banyak itu ada sebagian kelompok yang sangat banyak jumlahnya. Lalu as-Sayyid Muhammad al-Maliki bertanya lagi: “Ya Rasulullah, siapakah mereka yang berkelompok sangat banyak itu?”Rasulullah Saw. kemudian menjawab: “Mereka adalah Bangsa Indonesia yang sangat banyak mencintaiku dan aku mencintai mereka.”Akhirnya as-Sayyid Muhammad al-Maliki menangis terharu dan terkejut. Lalu beliau keluar dan bertanya kepada jamaah: “Mana orang Indonesia? Aku sangat cinta kepada Indonesia.” (Dikutip dari ceramah Syaikh KH. Muhyiddin Abdul Qadir al-Manafi).

Shollu ‘alaa Muhammad… semoga diriku dan keluargaku termasuk di dalamnya, yang mencintai dan yang dicintai… aamiin allahumma aamiin… :’D

Muslimedianews ~ Tatkala Prof. DR. al-Muhaddits as-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki bersama rombongan ulama lainnya pergi berziarah ke Makam Rasulullah Saw., tiba-tiba beliau diberikan kasyaf (tersingkapnya hijab) oleh Allah Swt. dapat jumpa dengan Nabi Saw. Di belakang Nabi Muhammad Saw. sangat banyak orang yang berkerumunan. Ketika ditanya oleh as-Sayyid Muhammad al-Maliki: “Ya Rasulullah, siapakah orang-orang itu?”

Rasulullah Saw. pun menjawab: “Mereka adalah ummatku yang sangat aku cintai.”

Dan diantara sekumpulan orang yang banyak itu ada sebagian kelompok yang sangat banyak jumlahnya. Lalu as-Sayyid Muhammad al-Maliki bertanya lagi: “Ya Rasulullah, siapakah mereka yang berkelompok sangat banyak itu?”

Rasulullah Saw. kemudian menjawab: “Mereka adalah Bangsa Indonesia yang sangat banyak mencintaiku dan aku mencintai mereka.”

Akhirnya as-Sayyid Muhammad al-Maliki menangis terharu dan terkejut. Lalu beliau keluar dan bertanya kepada jamaah: “Mana orang Indonesia? Aku sangat cinta kepada Indonesia.” (Dikutip dari ceramah Syaikh KH. Muhyiddin Abdul Qadir al-Manafi).